Tampilkan postingan dengan label Drunken Master. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drunken Master. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 April 2010

Surabaya: Mabuk, Anggota TNI Tawuran di Lokalisasi

Dua dari empat anggota TNI yang terlibat tawuran dengan lima pemabuk di Kafe Gatot Subekti Jalan Tambak Asri XIII/5 dilarikan ke RSAL Dr Ramelan karena mengalami luka parah di bagian kepala setelah dikepruk botol, Senin (22/3) malam.

Informasinya, anggota TNI yang dirawat di ruang intensif adalah Koptu Yo dan Pratu TW. Hingga sore kemarin, keduanya masih dalam perawatan di RSAL. Sementara lima orang yang ditengarai sebagai pelaku pengeroyokan masing-masing Mukim, 29, Abdul Muis, 30, Ahmad Riyadi, 29, ketiganya tinggal di Jl Kalianak, Saleh Firmansyah, 24, asal Jl Dupak Rukun, serta Suban, 29, warga Tambak Asri juga diamankan di Polres Surabaya Utara.

Sebelumnya, Senin malam mereka dibawa ke Polsek Krembangan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kelima orang itu akhirnya dibawa ke mapolres di Jl Raden Saleh untuk menghindari aksi balas dendam.

Kasat Reskrim Polres Surabaya Utara, AKP Dolly A Primanto menjelaskan, peristiwa itu tersulut karena mereka diduga saling terpengaruh minuman beralkohol. Kedua kelompok sama-sama pesta minuman keras (miras) di kafe itu. Posisi Mukim Cs bersama tiga cewek duduk di meja dua dan kelompok oknum TNI itu ada di meja tiga.

“Siapa yang memulai lebih dulu kami tidak tahu. Mungkin mereka saling ejek sehingga emosinya tersulut,” tutur AKP Dolly, Selasa (23/3).

Menurut Dolly, tawuran saat berlangsung tidak hanya melukai kedua korban saja. Kafe Gatot Subekti itu juga rusak karena meja dan kursi diobrak-abrik pelaku. Beberapa kursi pecah karena ditendang dan dipukulkan ke lantai. Dapur kafe juga rusak karena ditendang oleh pelaku. “Lima orang itu kami jerat pasal 406 (perusakan) dan kami terus mencari saksi di lapangan untuk mencari siapa yang menyulut persoalan,” ungkapnya.

Ketika tawuran berlangsung, warga setempat ketakutan melerai karena kedua belah pihak sama-sama nekat. Mukim Cs beberapa kali memukulkan botol kosong bir ke kepala Koptu Yo dan Pratu TW. Mukim Cs bahkan sempat mengejar salah satu anggota TNI yang lari ke arah permukiman warga. Takut kerusuhan makin meluas, salah seorang warga lapor ke Polsek Krembangan dan diteruskan ke Polres Surabaya Utara.

Begitu sampai di lokasi, polisi langsung melokalisir tempat kejadian untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Kapolres Surabaya Utara AKBP Djoko Hariutomo yang datang ke lokasi langsung koordinasi dengan Garnisun Tetap (Gartap) III. “Kan korbannya ada dari anggota TNI, tapi kesatuannya mana saya kurang tahu,” ungkap AKBP Djoko.

Dikatakan Djoko, persoalan itu tersulut karena kedua belah pihak salah paham karena sama-sama mabuk sehingga tidak bisa mengontrol diri. Selain memeriksa lima orang, penyidik juga memeriksa operator kafe, Gani Agung, pemilik kafe Gatot Subekti, penjaga kafe, Yono dan Lisa, bagian pemandu lagu. “Mudah-mudahan dari keterangan saksi yang kami periksa akan muncul keterangan baru,” ucapnya.

Sementara itu Komandan POMAL Kolonel Toto Hartoto yang dihubungi semalam mengatakan, pihaknya sudah memeriksa kedua oknum TNI AL yang terluka tersebut. ”Dua orang yang terlibat tawuran itu sudah kita amankan dan sudah kami periksa,” jelasnya kemarin. Menurutnya kedua anggota ini sudah melanggar disiplin karena telah masuk ke daerah lokalisasi yang memang dilarang untuk dimasuki.
http://www.surya.co.id/2010/03/24/dikepruk-botol-bir-dua-tni-luka-parah.html

Mimika: Para Pejabatnya Gemar Mabuk & Jadi Tontonan Warga


Wakil Ketua II DPRD Mimika Karel Gwijangge mengkritik kebijakan Bupati Mimika Klemen Tinal yang dianggap tidak memiliki komitmen yang jelas untuk memberantas peredaran minuman keras beralkohol di daerah itu.

"Sampai sekarang Bupati tidak pernah menerbitkan SK Tim Pengawas yang akan mengawasi implementasi Perda Nomor 5 Tahun 2007. Hal ini jelas mengindikasikan Bupati Mimika tidak memiliki sikap tegas untuk memberantas miras sebagaimana diatur dalam perda tersebut," kata Karel Gwijangge di Timika, Rabu (7/4/2010).

Karel menyayangkan perilaku para pejabat teras di Mimika yang sering mabuk miras, bahkan di tempat-tempat umum yang ditonton masyarakat. "Apa jadinya daerah ini kalau pejabat mabuk-mabukan dan menjadi tontotan masyarakat," ujarnya dengan nada kesal.

Ia mengatakan, perilaku pejabat di Mimika yang suka mabuk-mabukan miras sangat memalukan, tidak pantas, dan melukai perasaan rakyat setempat yang memilih mereka saat pilkada bulan Mei 2008.

Tidak itu saja, katanya, tindakan itu juga dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap DPRD Mimika yang mengesahkan Pearaturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Larangan Peredaran, Penjualan, dan Konsumsi Minuman Beralkohol di Mimika.

Meski Polres Mimika melakukan razia gudang-gudang miras di kota Timika pada Rabu (31/3/2010) lalu, warga setempat yang mabuk serta tidur di emper-emper toko dan parit masih banyak ditemui.

Foya-foya


Karel juga menyoroti perilaku para pejabat di wilayah itu yang selama ini keranjingan pergi ke luar daerah selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, tanpa tugas yang jelas. Ia meminta rekan-rekannya di DPRD Mimika memberikan kontrol yang tegas kepada para pejabat di Mimika dalam memanfaatkan anggaran daerah agar tidak dihabiskan untuk foya-foya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

"Yang jelas, kami akan berikan sikap tegas saat Rapat Paripurna DPRD Mimika nanti," janji wakil rakyat dari Partai Buruh itu. Bupati Mimika Klemen Tinal sejauh ini belum dapat dimintai tanggapannya terkait belum adanya Surat Keputusan (SK) Pembentukan Tim Pengawas Peredaran Miras Beralkohol. Menurut sumber di rumah jabatan Bupati Mimika, Klemen Tinal sedang berada di Jakarta karena sakit.

http://regional.kompas.com/read/2010/04/08/08161540/Para.Pejabatnya.Gemar.Mabuk.dan.Jadi.Tontonan.Warga