Minggu, 17 Oktober 2010

KH Zainuddin MZ Dituding Perkosa Penyayi Dangdut

Pihak Kepolisian Resor Bogor belum menerima laporan dari Aida Saskia, 25, atau keluarganya, terkait pengakuan perkosaan yang dialami Aida Saskia, penyanyi dangdut kampung asal Bogor. Meski demikian, polisi akan melakukan penyelidikan, mengingat artis dangdut tersebut warga Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebgaimana diketahui, di berbagai media, Aida, yang keluarganya berdomisili di Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mengaku telah diperkosa KH Zainuddin MZ, seorang ulama dan tokoh partai. Pemerkosaan terjadi saat dia berusia 16 tahun, di sebuah vila di Megamendung.

Tak seperti yang digaungkan perwakilan dari Forum Solidaritas Ulama (FSU), Hafiz Syahnara, bahwa akan KH Zainuddin MZ akan blak-blakan mengklarifikasi tudingan pemerkosaan oleh pedangdut Aida Saskia, Jumat (15/10/2010) ini, ternyata Sang Dai Sejuta Umat tidak menggelar jumpa pers. Hal itu dipastika sahabat Zainuddin, Habib Mahdi. Mahdi mengaku kebingungan dengan gembar-gembor yang dilontarkan Hafiz kepada media pada Rabu (13/10/2010) malam lalu.

Selain itu, Mahdi sedikit kecewa lantara hasil investigasi FSU yang membongkar jati diri Aida ternyata dipublikasikan Hafiz kepada media di hari yang sama. “Saya juga heran kenapa isi hasil investigasi itu malah disiarkan ke publik. Padahal hasil investigasi itu hanya untuk masukan saja, bukan untuk dipublikasikan kepada media,” tegasnya.

Dengan sikap tersebut, isu Zanuddin-Aida menggelinding menjadi bola panas. “Sebagai ulama kita tentu mengedepankan proses perdamaian antara Aida dan Zainuddin MZ. Masalah ini kan seperti bola panas, kalau banyak yang menendang banyak juga yang tersakiti. Makanya kita heran kenapa Hafiz bicara di depan media,” ungkap Mahdi.

http://www.surya.co.id/2010/10/13/kasus-pedangdut-aida-saskia-akan-diselidiki-polisi.html

http://www.surya.co.id/2010/10/15/kh-zainuddin-mz-ternyata-tak-blak-blakan-soal-aida.html


Selasa, 05 Oktober 2010

Pak Ustad Dua Dunia

Siang itu aku dapat order menemani Si Boss, melayat seorang teman. satu kloter jamah haji. Temannya bos ini disamping seorang guru agama sebuah SMP, juga seorang ustad yang aktif mengisi ceramah di berbagai majlis taklim.
Sesampai di rumah duka sudah banyak orang ygang datang melayat. Di bawah tenda terpal yang dibentangkan di jalan depan rumah duka, telah disesaki oleh ratusan orang yang terlihat demikian saleh. Dengan baju koko dan kopyah di kepalanya. Akupun segera mengambil tempat di deretan agak belakang.
Di belakangku dua lelaki terlibat pembicaraan yang super serius tentang orang yang meninggal. "dia Ustad yang baik, kalo diundang ngisi pengajian nggak pernah melihat isi amplop yang dia terima" kata seorang pria berkaca mata. Dari cerita orang-orang di sekitarku, aku jadi tahu bahwa teman si bos ini ternyata seorang ustad yang sudah punya nama. Selain mengajar sebagai guru agama di sebuah SMP, beliau juga aktif mengisi pengajian di majlis taklim.
Siang semakin panas, badanku basah oleh keringat. Daripada kering akhirnya kuputuskan untuk pindah posisi ke bawah pohon yang tak jauh dari situ. Akupun segera duduk bersama beberapa pemuda yang tengah asyik larut dengan suatu cerita. "jane piye ta critane dab... " tanya seorang pemuda membuka pembicaraan. Bergaya seorang menteri penerangan sang pemuda gondrong bertato itupun membuka cerita. " malam itu saya glempo dan budi nglapen di perempatan. Saya sama glempo sudah ndak kuat, tapi Budi belum menthit, makanya dia terus gabung sama yang pesta di gardu ronda. Nafsu gede tapi badan sudah ndak kuat akhirnya budi ambruk terus meninggal"
"Budi itu pak ustad yang meninggal ini" tanyaku kebingungan. "betul boss... dia itu teman mabuk kami" kata seoarang pemuda ceking yang tubuhnya benar-benar hanya tulang berbalut kulit.
"Masak ada ustad doyan mabuk dik?" tanyaku nggak percaya. "lha emang nyatanya gitu koq pak" sergah pemuda bermata merah yang mulutnya beraroma sawo matang. "wah berarti pak budi ini hebat ya, bisa menjadi pegiat dua dunia, dunia ngaji dan dunia mabuk sekaligus" kataku sambil ngloyor.

ditulis ulang dari cerita seorang teman saat mancing.

catatan:
kesamaan nama & peristiwa hanya kebetulan belaka...

Keong Racun: Menikmati "Indah"nya Semarang

Di pagi yang masih berkabut kupacu mobilku menuju kota Semarang. Meskipun mata masih pengen ngajak tidur, tapi kupaksakan juga berangkat pagi-pagi, dengan harapan segala urusan bisa aku selesaikan hari itu juga dan bisa kembali ke jogja sore harinya.
Jam 7 pagi aku sudah memasuki kota semarang. seharian ngalor ngidul, akhirnya sore itu sampai pada satu kesimpulan, target tak bisa terselesaikan hari ini. daripada bolak-balik jogja semarang PP kuputuskan menghabiskan malam di kota ini saja.
Jam di hp-ku menunjukkan sudah jam 8 malam, rasanya sudah saatnya tuk mencari tempat buat merebahkan badan. sebenarnya di kota ini banyak hotel ataupun losmen dengan tarif murah meriah. Namun kuputuskan untuk menginap di kost salah satu teman yang kebetulan dinas di kota tepi pantai ini. Sebut saja namanya Budi Baik. Lelaki ini bekerja sebagai Marketing Manager dari perusahaan mutinasional.
Sesampai di kost budi, mobil segera kuparkir di garasi, dan dihapanku terhampar deretan pintu kamar entah belasan atau mungkin puluhan jumlahnya. tiap kamar memiliki teras dan kamar mandi dalam, serta dilengkapi AC. wajar saja kost ini memang bukan buat mahasiswa atau yang sejenisnya. yang tinggal disini umumnya para pekerja kantoran kelas menengah ke atas.
setelah ngobrol sebentar akupun segera terlelap, membiarkan budi yang masih sibuk dengan laptopnya.
pagi harinya aku bangun agak kesiangan. di meja teras kamar Budi dua cangkir kopi telah tersaji. para penghuni kost yang lain terlihat mulai sibuk dengan dunia masing-masing. namun dari semua itu ada satu pemandangan yang sangat spesial buatku. di depan salah satu kamar, terlihat seorang gadis yang tengah menjemur pakaian. Dengan ember di tangan dan handuk yang melilit tubuhnya. satu persatu isi ember berpindah ke jemuran, hingga akhirnya sang handukpun terlepas dari tubuhnya dan ikut nangkring di jemuran. terus terang seumur hidup baru kali ini aku mendapat anugrah seperti ini.
Budi yang duduk di sebelahku ternyata melihat wajah tololku, ia segera memanggil sang gadis. "mbak kenalin temanku nih, teman di jogja" ujar budi. gadis itupun segera membalik tubuhnya dan berjalan menghampiri kami. Seorang gadis berkulit putih berjalan hanya mengenakan CD dan BH, sebuah pemandangan yang sempurna.
"kenalin mas, nama saya Indah" ucapnya manja. tak lama kamipun larut dengan obrolan yang terasa akrab. sayang keindahan itu harus berakhir ketika dia harus berpamitan tuk berangkat kerja.
Mataku terus menatap tubuh indahnya hingga lenyap ditelan pintu kamar. dalam hati aku berfikir "PANTESAN SI BUDI LEBIH SUKA NGENDON DI KOST, JARANG PULANG KE JOGJA. LHA WONG DISINI TIAP HARI BISA MENIKMATI "INDAH"NYA SEMARANG SEDANGKAN KALO PULANG JOGJA YANG DITEMUI CUMA PEREMPUAN GENDUT, DENGAN DASTER NGLOMPROT PLUS MUKA SELALU DITEKUK KAYAK UNTA"


cerita ini fiktif belaka,
kesamaan nama, tempat dan peristiwa hanya suatu kebetulan semata.

Jangan dipikir serius, apalagi bikin nggak bisa tidur... Rugi !!!

Minggu, 03 Oktober 2010

Lelaki Memang Keong Racun

di salah satu episode Uya Kuya yang disiarkan salah satu stasiun TV. Sepasang kekasih menjadi tokoh utama. Sang cowok yang umurnya lebih tua dihipnotis, setelah berbagai pertanyaan, sampaialh satu pertanyaan yang sangat menarik menurut saya.
"kalau jujur, apa yang saat ini pengin kamu sampaikan pada Neng pacarmu ini" tanya presenter.
" jujur aja ya Neng, sebenarnya aku sudah punya anak istri, aku tertarik sama kamu cuma karena senang lihat bempermu yang maju depan belakang, tapi terus terang aja punya bini gue lebih gede dari punyamu.... " jawab sang cowok.
kayaknya ada dua dosa sang cowok yang berprofesi sebagai driver, dan selalu menggunakan mobil mewah sang bos buat memikat cewek ini. Pertama dia ngaku bujang padahal sudah beranak bini. kedua, niatnya menekati sang cewek pasti sudah nggak bener. Otaknya cuma muter seputar dada dan paha.
Jujur soal status memang jadi ukuran awal keseriusan seseorang dalam menjalin hubungan. Kalo soal status aja sudah nggak jujur pasti niatnya juga nggak bener. Paling banter cuma nyari hiburan, buat selingan, biar hidup ada variasi.
Soal dada dan paha, memang itulah kelemahan laki-laki, katanya otaknya langsung error kalo lihat body semok. kalo mau bukti gampang aja. lihat kemana mata suami atau pacarmu melirik kalo dijalan ketemu cewek yang pake G String model gini
(masih ada lanjutannya)